Mei 27, 2024

6 Pemain Badminton Terbaik Sepanjang Sejarah Indonesia

4 min read
6 Pemain Badminton Terbaik Sepanjang Sejarah Indonesia

Pemain Badminton Terbaik Sepanjang Sejarah Indonesia

Berdasarkan peristiwa di atas, Grameds saat ini telah jelas kalau Indonesia mempunyai andil yang cukup besar didalam perkembangan badminton di dunia. Andil berikut bersifat penciptaan keliru satu kompetisi badminton paling awal di Asia dan juga penyelenggaraan Sudirman Cup.

Meskipun begitu, kontribusi terbesar Indonesia didalam badminton dunia tidak bisa dipungkiri adalah negara kami sering melahirkan atlet badminton kelas dunia yang menghibur penontonnya tiap-tiap memandang mereka bertanding di atas lapangan.

Jika kami mengkaji para pemain badminton Indonesia secara mendetail, jadi berasal dari latar belakang, jenis bermain, dan juga pencapaian internasional, rasanya dapat dibutuhkan sampai 2 atau apalagi 3 artikel dikarenakan masing-masing berasal dari mereka memiliki keunikan, ciri khas, dan pastinya pencapaian membanggakan.

Jadi, sebagai penutup, kami dapat mengkaji 6 berasal dari sekian banyak pemain badminton yang dianggap sebagai pemain badminton terbaik di Indonesia sepanjang sejarah. Kita dapat mengkaji sedikit mengenai ciri khas dan juga pencapaian mereka didalam kancah badminton dunia.

Rudy Hartono

Rudy Hartono merupakan keliru satu pemain badminton legendaris berasal dari Tanah Air yang telah melegenda dikarenakan kontribusinya didalam mempopulerkan olahraga kok ini dan juga pencapaiannya didalam capai sejumlah medali emas pada banyak kompetisi terkenal.

Sosok ini adalah pemegang rekor terbanyak didalam memenangkan kompetisi tertua di dunia, All England Open, pada sektor tunggal putra. Rudy Hartono memenangkan kompetisi ini sebanyak 7 kali, di mana 4 kompetisi di antaranya berhasil dia menangkan sebanyak 4 kali berturut-turut.

Tidak sampai di sana, Rudy Hartono terhitung berhasil memperoleh medali emas Thomas Cup bersama tim Indonesia sebanyak 4 kali. Dirinya apalagi menjuarai IBF World Championship didalam peluang pertama dan terakhirnya pada th. 1980. Akhirnya, Rudy Hartono pensiun pada th. 1982 sehabis 17 th. berkarir didalam badminton.

Liem Swie King

Sosok yang satu ini dikenal dikarenakan dianggap mempopulerkan tehnik “jumping smash“, yakni tehnik badminton di mana seseorang melompat dan memukul kok bersama keras. Teknik ini sangat lazim ditemukan pada badminton jaman sekarang. Tetapi, dahulu tehnik ini terbilang langka sampai-sampai Liem Swie King dijuluki sebagai revolusioner dikarenakan sering memakainya didalam pertandingan.

Teknik jumping smash ini apalagi sampai diberi nama “King Smash” dikarenakan seringnya Liem Swie King memakainya. Namun, Liem Swie King tidak hanya kondang dikarenakan mempopulerkan tehnik jumping smash saja, namun terhitung dikarenakan prestasinya yang luar biasa.

Dirinya berhasil memenangkan All England Open sebanyak 4 kali didalam sektor tunggal putra. Liem Swie King terhitung berkontribusi didalam 3 medali emas Thomas Cup yang diraih Indonesia. Bermain bersama sejumlah pemain legendaris lain layaknya Rudy Hartono yang di awalnya kami bahas, tim Indonesia saat itu sangat ditakuti oleh tim bulu tangkis lain di Indonesia.

Susi Susanti

Nama Susi Susanti adalah keliru satu berasal dari segelintir pemain badminton wanita yang berhasil sepanjang karirnya. Susi Susanti saat itu dikenal sebagai pemain badminton bersama tipe defensif, yang sering menggunakan staminanya untuk kuras tenaga lawan dan melancarkan serangan balik disaat mereka telah kelelahan.

Cara bermain ini mempunyai hasil positif bagi Susi Susanti. Dirinya berhasil capai medali emas pada sebagian kejuaraan bergengsi layaknya 1 medali emas IBF World Championship, 1 medali emas Sudirman Cup, 2 medali emas Uber Cup, dan banyak medali emas didalam kompetisi-kompetisi layaknya Indonesia Open, Thailand Open, dan tentunya, All England Open.

Namun, kesuksesan terbesarnya adalah memenangkan medali emas Olimpiade di Barcelona th. 1992 pada sektor tunggal putri. Medali emas ini spesial dikarenakan ini merupakan kali pertama badminton dipertandingkan pada Olimpiade. Susi Susanti terhitung berhasil capai medali perunggu pada Olimpiade di Atlanta th. 1996, sebelum saat kelanjutannya pensiun setahun berselang di usianya yang ke-26.

Rexy Mainaky

Dibandingkan bersama sebagian nama sebelumnya, Rexy Mainaky kemungkinan tidak cukup mentereng. Meskipun begitu, dirinya dianggap oleh banyak pengamat badminton sebagai keliru satu pemain badminton sektor ganda putra terbaik di dunia.

Bersama bersama partnernya Ricky Subagja, Rexy Mainaky berhasil capai banyak medali emas didalam berbagai kompetisi terkenal. Sebut saja 1 medali emas IBF World Championship, 2 medali emas All England Open, 4 medali emas Indonesia Open, dan juga 4 medali emas Thomas Cup.

Namun, layaknya Susi Susanti di atas, kemenangan terbesar Rexy Mainaky pastinya disaat berhasil menjuarai Olimpiade th. 1996 di Atlanta dan capai medali emas. Medali emas itu merupakan medali emas pertama Indonesia di sektor ganda putra, menjadi awal kedigdayaan Indonesia didalam sektor ganda putra didalam badminton dunia.

Hendra Setiawan

Penggemar badminton baik fans lawas dan fans baru mestinya telah tidak asing bersama sosok ini. Hendra Setiawan adalah pemain badminton yang kondang bersama pukulannya yang akurat, kapabilitas didalam mendikte permainan, dan ketenangan di didalam lapangan.

Bersama bersama Markis Kido dan Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan telah memenangkan hampir seluruh gelar bergengsi didalam badminton. Hingga tulisan ini dibuat, salah satu medali emas yang belum dia capai adalah medali emas Sudirman Cup.

Selebihnya, Hendra Setiawan telah merasakan berbagai macam gelar sepanjang dirinya berkarir, terhitung medali emas Olimpiade yang dia bisa pada th. 2008 di Beijing bersama Markis Kido. Banyak pemain badminton yang dahulu tetap berusia muda dan mengidolakan Hendra Setiawan, kini bertanding dan menyerap banyak ilmu disaat berada di atas lapangan.

BACA JUGA: Kisah Pebulu Tangkis Cantik Australia Gronya Somerville, Ternyata Keturunan Bangsawan Dinasti Qing

Liliyana Natsir

Terakhir, kami memiliki Liliyana Natsir, pemain badminton perempuan yang kesuksesannya terhitung dianggap oleh para pemain badminton dan juga fans di seluruh dunia. Sama layaknya Hendra Setiawan, Liliyana Natsir telah mendapat seluruh gelar bergengsi didalam badminton kalau medali emas Sudirman Cup dan medali emas Uber Cup.

Hingga saat ini, Liliyana Natsir merupakan pemain ganda campuran yang berhasil memegang rekor terbanyak didalam memenangkan BWF World Championship, yakni sebanyak 4 kali. Dirinya terhitung berhasil menjuarai All England Open sebanyak 3 kali berturut-turut.

Liliyana Natsir berpartner bersama Nova Widianto dan Tontowi Ahmad. Bersama Nova Widianto, keduanya hanya berhasil capai medali perak Olimpiade di London th. 2012. Barulah bersama Tontowi Ahmad, mereka berhasil medali emas Olimpiade di Rio de Janeiro th. 2016.

error: Content is protected !!