Juni 16, 2024

Mengenal PBSI Sebagai Induk Organisasi Bulu Tangkis di Indonesia

3 min read
PBSI

Induk organisasi bulu tangkis di Indonesia adalah PBSI yang merupakan singkatan berasal dari Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia. PBSI dibentuk melalui sejarah yang panjang. Kita dapat mengulas sejarahnya berasal dari awal timbulnya permainan bulu tangkis hingga hingga di Indonesia.

Sejarah Singkat PBSI

Dibentuknya PBSI tidak lepas berasal dari sejarah timbulnya bulu tangkis yang sesudah itu berkembang ke semua dunia. Dilansir berasal dari buku Sarana Dan Prasarana Olahraga Bola Kecil yang disusun Muhammad Kharis Fajar, dkk, bulu tangkis pertama kali dimainkan di Inggris dengan alat berupa dayung atau tongkat (battledore). Cara bermainnya adalah menghindar kok tidak jatuh ke tanah.

Bulu tangkis yang termasuk disebut badminton pertama kali dipublikasikan melalui majalah pada tahun 1854 di London. Pada zaman kolonial, Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Cina, Thailand. Baru pada tahun 1877 ada ketetapan perihal badminton yang dibuat klub Badminton Bath di London.

Permainan ini sesudah itu menyebar ke wilayah Malaysia, Singapura dan Indonesia kira-kira tahun 1920. Sejak kala itulah para tokoh Indonesia berusaha mengumpulkan para pengagum badminton ini dalam suatu wadah.

Dilansir berasal dari web PBS, dikarenakan suasana kala itu sulit, maka komunikasi pun terjadi lambat. Para tokohnya, Sudirman dkk berkirim surat yang isinya mengajak untuk mengadakan kongres. Proses ini terjadi bersamaan terbentuknya Ikatan Sport Indonesia tahun 1938 dan Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) pada tahun 1946.

Bulu tangkis telah masuk jadi cabang olahraga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Solo pada tahun 1948. Baru tiga tahun kemudian, tepatnya 5 Mei 1951, Sudirman dan para tokoh mengadakan pertemuan di Bandung dan lahirlah PBSI.

Baca juga:

Beberapa Transfer Pemain Murah Meriah Yang Sangat Menguntungkan

Profil Susi Susanti, Legenda Bulu Tangkis Dunia Asal Indonesia

Pertemuan itu termasuk membentuk kepengurusan. Sebagai ketua umum adalah A. Rochdi Partaatmadja, Ketua I Soedirman, Ketua II Tri Tjondrokoesoemo, Sekretaris I Amir, Sekretaris II E. Soemantri, Bendahara I Rachim, dan Bendahara II Liem Soei Liong.

Indonesia formal jadi bagian International Badminton Federation (IBF) pada tahun 1954. IBF berubah nama jadi Badminton World Federation (BWF) sehabis diselenggarakan pertemuan di Madrid, Spanyol tahun 2006.

Kepengurusan PBSI itu sesudah itu berlanjut dengan sebabkan kepengurusan di daerah. Hingga akhir Agustus 1977, tercatat ada 26 Pengda di semua Indonesia, terkecuali Provinsi Timor-Timur, dan sebanyak 224 Pengcab di tingkat kota dan kabupaten. Saat itu jumlah perkumpulan bagian PBSI diperkirakan menggapai 2.000 perkumpulan.

Hingga kini, para atlet bulu tangkis Indonesia tetap menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional, jikalau dalam Olimpiade. Ada 8 atlet badminton Indonesia yang bisa menggapai emas di Olimpiade, yaitu:

  1. Susy Susanti – Tunggal Putri di Olimpiade Barcelona 1992
  2. Alan Budikusuma – Tunggal Putra di Olimpiade Barcelona 1992
  3. Rexy Mainaky/Ricky Subagja – Ganda Putra di Olimpiade Atlanta 1996
  4. Tony Gunawan/Candra Wijaya – Ganda Putra di Olimpiade Sydney 2000
  5. Taufik Hidayat – Tunggal Putra di Olimpiade Athena 2004
  6. Markis Kido/Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing 2008
  7. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir – Ganda Campuran di Olimpiade Rio de Janeiro 2016
  8. Greysia Polii/Apriyani Rahayu – Ganda Putri di Olimpiade Tokyo 2020

Tugas dan Peran PBSI

Pendirian PBSI pun sekaligus menentukan tugasnya. Adapun tugas utamanya ialah mewadahi kesibukan bulu tangkis di Indonesia. Dilansir berasal dari penelitian Universitas Negeri Semarang, selanjutnya ini ada 8 tugas pokok PBSI sesuai AD/ART.

  • Mengembangkan dan membina olahraga bulu tangkis sebagai olahraga rakyat.
  • Menghimpun semua masyarakat pegiat bulu tangkis dalam wadah organisasi PBSI.
  • Memperkuat dan memperluas organisasi PBSI.
  • Meningkatkan prestasi olahraga bulu tangkis terasa berasal dari tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
  • Menyelenggarakan kejuaraan, baik antar perkumpulan maupun perorangan secara berencana di tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional maupun internasional.
  • Memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional dan juga kerja serupa internasional melalui olahraga bulu tangkis.
  • Meningkatkan jalinan kerja serupa dengan KONI/KOI dan induk organisasi keolahragaan di Indonesia dan juga organisasi bulu tangkis Asia dan dunia.
  • Upaya-upaya lain yang tidak bertentangan dengan ketetapan yang ada.

Tugas pokok selanjutnya dilaksanakan untuk menggapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu membentuk manusia Indonesia seutuhnya, menaikkan harkat dan martabat bangsa, menaikkan mutu dan prestasi olahraga bulu tangkis Indonesia, dan juga memupuk persahabatan antar bangsa melalui olahraga bulu tangkis

Selain tujuan dan tugas pokok, PBSI termasuk miliki peran perlu dalam pengembangan bulu tangkis Indonesia, baik di dalam negeri maupun internasional. Dilansir berasal dari penelitian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, PBSI termasuk berperan dalam mencetak prestasi gemilang.

Selain laksanakan penjaringan dan pelatihan bibit unggul, PBSI termasuk membentuk yayasan difungsikan oleh para atlet dengan organisasi bulu tangkis lainnya, termasuk induk bulu tangkis dunia BWF untuk mempromosikan bulu tangkis Indonesia. Hal ini dilaksanakan sehingga Indonesia bisa tetap ikut dan juga dalam beragam turnamen yang diselenggarakan oleh BWF maupun organisasi di bawah BWF.

error: Content is protected !!