Juli 21, 2024

Pemain Baru Berujung Petaka KarnaMenjaga Pul

3 min read

6 Transfer Pemain yang Berujung Malapetaka: Malah Jadi Beban Klub Baru

Klub-klub Eropa masih sibuk bermanuver di bursa transfer pemain Januari 2024. Mereka sedang memperkuat skuad untuk selesaikan kompetisi musim ini, agar bisa lebih kompetitif dan menjaga kans juara atau finis terbaik.

Dalam peristiwa liga top Eropa, klub-klub raksasa berkenan menggelontorkan dana besar demi beroleh pemain incarannya. Setelah berhasil mendatangkan sang pemain, tersedia klub yang puas dengan permainan pemain baru itu baru setelah itu mereka akan memberikan bebrapa jenis permainan dar.

Namun tidak sedikit klub yang kecewa lantaran sbobet88 sesudah mengeluarkan duwit yang banyak, pemain selanjutnya gagal tampil cemerlang. Sang pemain menyebabkan kecewa klub sampai para suporter.

Berikut enam transfer pemain yang berujung malapetaka. Yuk, kita liat bersama.

1. Winston Bogarde (Barcelona ke Chelsea, 2000)

Setelah bermain untuk Ajax, Milan, dan Barcelona, serta membukukan 20 caps di Timnas Belanda, Bogarde menjadi pemain gratisan selagi rubah ke Chelsea. Para pengamat layaknya melihat Chelsea benar-benar diuntungkan meski mesti membayar gaji Bogarde 40.000 pounds per pekan.

Namun, selagi Gianluca Vialli yang mendatangkannya dipecat Chelsea, karier Bogarde hancur dikarenakan manager selanjutnya tidak menyukai tipe permainannya. Sang bek hanya bermain didalam sembilan laga dan kelanjutannya lebih banyak dipinjamkan sepanjang empat tahun kontraknya di Stamford Bridge.

2. Mark Bosnich (Manchester United ke Chelsea, 2001)

Meski Sir Alex Ferguson mencapnya sebagai profesional yang buruk, Bosnich direkrut kembali oleh Manchester United pada 1999, delapan musim sesudah dia meninggalkan Setan Merah ke Aston Villa. Kehadiran Fabien Barthez menyebabkan kiper asal Australia itu kelanjutannya pergi ke Chelsea pada 2001.

Kontrak sepanjang 18 bulan itu ternyata menjadi malapetaka kembali bagi The Blues lantaran kiper berusia 30 tahun tersebut gagal tes narkoba pada 2002 dan membuatnya dipecat.

Bosnich sempat membela diri dengan alasan minumannya sudah dibubuhi kokain oleh seseorang yang dikenal di klub malam London.

3. Arnau Riera (Barcelona ke Sunderland, 2006)

Sangat jarang Sunderland merekrut pemain segera dari Barcelona. Jadi benar-benar bisa dimengerti kecuali penggemar Black Cats merayakan dengan gembira kehadiran Riera yang merupakan kapten Lionel Messi di tim B Catalan.

Ketika Messi kemudian menjadi bintang di level senior, Riera justru kariernya meredup. Sang elandang hanya dua kali bermain bagi Sunderland dan dipinjamkan ke sejumlah klub kecil lantaran permainannya tidak mencukupi syarat.

4. Ian Rush (Liverpool ke Leeds, 1996)

Setelah musim keduanya di Liverpool berakhir pada musim panas 1996, Rush hengkang ke Leeds yang baru saja finis di alur ke-13 Premier League. Pemain Wales, yang selagi itu berusia 34 tahun, selanjutnya sama sekali tidak seproduktif pada era jayanya.

Suporter Leeds masih yakin bahwa nalurinya yang mematikan tetap utuh. Sayangnya mereka salah dikarenakan Rush hanya mencetak tiga gol didalam 43 tampilan sebelum rubah ke Newcastle di akhir musim.

5. Joe Cole (Chelsea ke Liverpool, 2010)

Steven Gerrard menegaskan manajemen Liverpool untuk merkerut rekannya di Timnas Inggris, Joe Cole dari Chelsea. The Reds menyodorkan tawaran kontrak empat tahun dengan gaji 90 ribu pounds per minggu.

Sayangnya meski mendapat pujian dari Gerrard, Cole gagal bersinar di Anfield. Dia dikeluarkan di laga debut dan hanya mencatat sembilan tampilan di Premier League 2010/2011, kemudian dipinjamkan ke Lille setelah sembuh dari cedera.

6. Jose Bosingwa (Chelsea ke QPR, 2012)

Transfer gratisan yang benar-benar mempunyai malapetaka. Bosingwa rubah ke Stadion Loftus Road dengan meriah pada Agustus 2012, sesudah menopang Chelsea menjuarai Liga Champions, tiga bulan sebelumnya.

Meski memiliki Bosingwa, QPR justru berada di zona degradasi sampai sang pemain berulah. Bosingwa didenda selagi menampik dicadangkan disaat melawan Fulham sampai menyebabkan marah suporter lantaran tertawa selagi klubya hanya bermain imbang tanpa gol melawan Reading.

error: Content is protected !!