Februari 21, 2024

Profil Susi Susanti, Legenda Bulu Tangkis Dunia Asal Indonesia

4 min read
susi susanti

Lucia Fransisca Susi Susanti atau yang kami kenal bersama nama Susi Susanti merupakan atlet buku tangkis putri terbaik yang dulu dimiliki Indonesia dan dunia. Wanita yang lahir di Tasikmalaya ini menggemari olahraga bulu tangkis sejak dia masih kecil. Lalu, bagaimana profil lengkap tentang pebulu tangkis legenda ini?

Biografi Susi Susanti

Susi Susanti lahir terhadap tanggal 11 Februari 1971 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Wanita berzodiak Aquarius ini menikah bersama Alan Budikusuma dan membawa tiga orang anak, yaitu Lourencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick.

Susi menyukai olahraga bulu tangkis sejak dia masih kecil. Orang tuanya pun menolong penuh terhadap hobinya tersebut. Lalu, Susi mengawali karier bulu tangkisnya di klub pamannya, PB Tunas Tasikmalaya.

Setelah berlatih sepanjang 7 tahun, dia sukses memenangkan kejuaraan bulu tangkis tingkat junior. Saat dia menginjak kelas 2 SMP, tepatnya terhadap tahun 1985, dia tukar ke Jakarta untuk lebih serius di dalam bertekun dunia bulu tangkis.

Di Jakarta, Susi tinggal di asrama sekolah yang dikhususkan untuk atlet. Pergaulan Susi terbatas cuma bersama sesama atlet. Selain itu, jadwal latihannya pun juga padat. Enam hari di dalam seminggu, hari senin hingga hari sabtu, dia terus berlatih. Tepatnya menjadi berasal dari jam 07.00 hingga jam 11.00, lalu dilanjutkan berasal dari pukul 15.00 hingga pukul 19.00.

Bahkan, ketentuan di asrama berkenaan makan, jam tidur, hingga baju juga amat ketat. Seperti ketentuan tentang makan, jam tidur, hingga pakaian. Dia tidak diperbolehkan pakai sepatu hak tinggi agar terhindar berasal dari bisa saja cedera kaki. Pada hari minggu, Susi lebih pilih untuk tidur dan beristirahat karena letih daripada pergi jalan-jalan.
Susi dikenal sebagai atlet bulu tangkis yang tenang dan tanpa emosi pas bertanding, biarpun dia sudah tertinggal jauh berasal dari lawannya. Semangatnya yang tetap pantang menyerah memicu pendukungnya tetap percaya bahwa dia akan menang.

Karier Susi Susanti

Di awal kariernya terhadap tahun 1989, Susi sudah sukses menjadi juara di Indonesia Open. Tidak cuma itu, berkat kegigihan dan ketekunannya, Susi juga sukses menyumbangkan gelar Piala Sudirman terhadap tim Indonesia untuk pertama kalinya. Setelah itu, dia menjadi menguasai kompetisi bulu tangkis wanita dunia bersama menjuarai pertandingan All England sebanyak empat kali, yaitu terhadap tahun 1990, 1991, 1993, dan 1994. Selain itu, dia juga sukses menjadi Juara Dunia terhadap tahun 1993.

Puncak karier Susi berlangsung terhadap tahun 1992 pas dia menjadi juara tunggal putri terhadap cabang bulu tangkis di Olimpiade Barcelona. Di ajang tersebut, Susi menjadi peraih emas pertama untuk Indonesia.

Baca Juga : Transfer yang Kolaps karena Alasan Sangat Konyol

Uniknya lagi, Alan Budi kusuma yang pas itu menjadi pacar Susi juga sukses menjadi juara di tunggal putra. Tidak heran, fasilitas asing menjuluki mereka berdua sebagai “Pengantin Olimpiade”. Julukan berikut menjadi kenyataan pas Susi Susanti dan Alan Budi kusuma menikah terhadap 9 Februari 1997.

Setelah itu, Susi kembali sukses mencapai medali perunggu pas dia mengikuti Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat. Tidak cuma itu, dia juga menorehkan prestasi bersama mencapai Piala Uber terhadap tahun 1994 dan tahun 1996 bersama bersama tim Uber Indonesia. Bahkan, dia juga sukses mencapai gelar seri Grand Prix di sepanjang kariernya.

Susi Susanti Pensiun

Susi pensiun di usia 26 tahun, tepatnya sehabis dia menikah bersama Alan. Susi dan Alan mengawali kehidupan mereka berasal dari nol lagi, karena pas itu pemerintah tidak cukup menyimak kesejahteraan para mantan atlet. Dia juga mengaku kecuali dia tidak akan mengizinkan ketiga anaknya untuk menggeluti dunia bulu tangkis ataupun cabang olahraga lain karena nasib {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu  mantan atlet diabaikan oleh pemerintah.

Kemudian, Susi pun terhubung usaha sendiri. Dia terhubung sebuah toko di ITC Mega Grosir Cempaka Mas dan menjajakan bermacam mavcam baju asal Cina, Korea, dan Hongkong, dan juga  beberapa sebagian lebih berasal dari satu produk lokal. Usaha berikut dia laksanakan sambil laksanakan tugas utamanya sebagai ibu berasal dari ketiga orang anaknya, yaitu Lourencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick.

Tidak cuma itu, Susi juga mendirikan Olympic Badminton Hall di Kelapa Gading yang merupakan sebuah gedung pusat pelatihan bulu tangkis. Alan dan Susi juga memicu raket bersama brand Astec (Alan-Susi Technology), tepatnya terhadap pertengahan tahun 2002.
Kini, sepasang suami istri mantan atlet pebulu tangkis berikut menekuni hari-harinya bersama ketiga buah hatinya di Komplek Gading Kirana, Jakarta Utara. Mereka juga masih teratur di dalam bermain bulutangkis hingga pas ini, untuk merawat keadaan tubuh agar tetap fit.

Prestasi dan Penghargaan yang Diraih Susi Susanti

Berikut bermacam prestasi yang sukses diraih oleh legenda bulu tangkis wanita ini.

Prestasi

Tunggal Putri:
Medali Emas Olimpiade Barcelona 1992
Medali Perunggu Olimpiade Atlanta 1996
Medali Perunggu Asian Games 1990, dan 1994
Juara World Championship 1993, semifinalis World Championship 1991, 1995
Juara All England 1990, 1991, 1993, dan 1994, Finalis All England 1989
Juara World Cup 1989 ,1990, 1993, 1994, 1996, 1997
Juara World Badminton Grand Prix 1990, 1991, 1992, 1993, 1994 dan 1996
Juara Indonesia Open 1989, 1991, 1994, 1995, 1996, dan 1997
Juara Malaysia Open 1992,1993, 1994, 1995, dan 1997
Juara Japan Open 1991 1992, 1994, dan 1995
Juara Korea Open 1995
Juara Dutch Open 19931994
Juara German Open 1992, 1993 1994
Juara Denmark Open 1991 dan 1992
Juara Thailand Open 1991, 1992, 1993, dan 1994
Juara Swedish Open 1991 1992
Juara Vietnam Open 1997
Juara China Taipei Open 1991, 1994 dan 1996
Juara SEA Games 1987,1989, 1991,1993 dan 1995
Juara PON 1993
Juara World Championship junior 5 kali 1985(di no tunggal, ganda putri, dan ganda campuran) dan juga 1987(tunggal dan ganda putri)
Beregu Putri
Juara Piala Sudirman 1989 (Tim Indonesia)
Juara Piala Uber 1994 dan 1996 (Tim Indonesia)Finalis Piala Sudirman 1991, 1993, 1995 (Tim Indonesia)
Finalis Piala Uber 1998 (Tim Indonesia)
Finalis Asian Games 1990, 1994 (Tim Indonesia)
Semifinalis Piala Uber 1988, 1990, 1992 (Tim Indonesia)
Juara SEA Games 1987, 1989, 1991, 1993, 1995 (Tim Indonesia)
Juara PON 1993 (Tim Jawa Barat)

Penghargaan

Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama, 1992
The Badminton Hall of Fame 2004

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
error: Content is protected !!